Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Fenomena Danau Kaco di Jambi Yang Bercahaya di Malam Hari

Minggu, 10 Oktober 2010
Kerinci, wilayah kabupaten paling barat di Provinsi Jambi ini dianugerahi dengan keindahan alam yang tiada duanya. Tidak salah jika Kabupaten Kerinci diberi gelar Bumi Segepal Tanah Surga yang Tercampak ke Bumi.

Satu di antara keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci adalah Danau Kaco, yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau yang memiliki luas sekitar 30 x 30 meter ini memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKDcFul0yTilSjcNnLbz3_BKMAYOFx2zxSXWLnTDQqNhuPs-Y77M6Zn65JE9OvyaRoDXdhmdzdyLAxemlyMr8W9KDdG4_9Mh3hYhzJHlR55Bb5otrOWqhSR3HP6bVFbdtaAlW1u5WAnILH/s320/image-upload-57-781853.jpe

Meskipun memiliki kedalaman air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat secara jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak.

Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pencinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYAnruEdg9QMbpE5Uw0U8vwtOrytX80SFhTXnzBbKa-bGs4Gna2OQe-We40U5n-TYKzJj0u9HQM4ZHd904onkRSFWsRnE6JKnQhfd7_SUCwv_HB5wp8ZW0Heat5wv5aYw2GGOm4xL5hKE/s1600/danau+kaca2.jpg

Jika hanya menggunakan peralatan lain, jangan harap bisa mendapatkan ikan. Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam danau, namun tak satu pun ikan didapat.

Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/07/08/1416515p.JPG

"Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja. Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau," ujar Sofa, pencinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut.

Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. "Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit," katanya.

Cerita Rakyat

Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu.

"Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana," jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri.

Putri Napal Melintang sendiri, kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan, karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri.

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/small/21705305.jpg

"Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau," tambah Jon.

Sampai saat ini, kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih mempercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh.

"Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini telah menbuat pria bernama Lisyuar Yusuf, warga Koto Payang, meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau," sebut Jon Hendri.

Jalan kaki 4 jam

Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat.

Namun, bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki.

"Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka," tambah seorang anggota pencinta alam kepada Tribun.

Enam Gunung Berapi Ditemukan di Perairan Sangihe Talaud

Senin, 26 Juli 2010
Pemerintah Indonesia menemukan enam gunung berapi di bawah permukaan laut Perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Penemuan itu berkat penelitian yang dilakukan kerja sama antara Pemerintah RI dan Amerika Serikat selama 40 hari, yakni sejak 24 Juni lalu hingga 8 Agustus mendatang.
Hanya saja dari keenam gunung tersebut, masih enam yang sudah diberi nama, yakni Gunung Kawio dan Gunung Naung. Gunung Kawio berada di bagian paling utara perairan tersebut dengan ketinggian sekitar 3400 meter. Jarak antara puncak gunung ke permukaan laut setinggi 2.000 meter. Sehingga kedalaman laut secara keseluruhan mencapai 5.400 meter.
Sedangkan Gunung Naung hingga saat ini belum diketahui tinggi, namun dipastikan lebih rendah dari Gunung Kawio. Sementara keempat gunung lainnya belum diberi nama dan ketinggiannya pun juga belum dihitung.
Pihak Pemerintah RI, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyatakan kemungkinan adanya temuan gunung baru. Hal itu tidak lepas dari kondisi iklim di Indonesia berada pada iklim tropis yang menyebabkan laut Indonesia memiliki keragaman hayati laut yang sangat tinggi.
"Sangat mungkin ada penambahan, karena pencarian masih terus berjalan," kata Ketua Tim Peneliti indonesia, Sugiarta kepada wartawan saat telepresent, di Gedung
Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Ancol, Jakarta, Senin (26/7) malam. Dalam penelitian itu, sekitar 30 saintis asal Indonesia bersama-sama dengan peneliti asal Amerika terus mengoperasikan pencarian di dalam laut.
Menurut Sugiarta, dari hasil riset alat pendeteksi canggih itu diketahui bahwa kondisi suhu di gunung berapi bawah laut itu sangat panas. "Setelah dideteksi melalui CTD (conductivy temperatur deept), memang ada perbedaan suhu," lanjut Sugiarta yang juga diamini Bambang Hairunadi, anggota tim riset yang mendampinginya.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, mengungkapkan kekagumannya terhadap penemuan itu. Hasil penelitian itu, kata dia, menakjubkan karena belum pernah ada peneliti di Indonesia yang melakukannya. "Hasilnya luar biasa, karena ternyata banyak gunung-gunung berapi di Sulawesi," kata Fadel.

Langkah Cerdik Menjadi Member Ultimate Vemma